Pemkab Kebumen Percepat Perbaikan Jalan hingga Wilayah Perbatasan, Wadasmalang–Slepi Capai 64,98 Persen

KEBUMEN- Pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Kebumen terus dikebut. Pemerintah Kabupaten Kebumen memastikan perbaikan jalan tidak hanya menyasar kawasan perkotaan, tetapi juga wilayah pelosok hingga perbatasan kabupaten. Komitmen tersebut terlihat dari peninjauan langsung Bupati Kebumen Lilis Nuryani terhadap sejumlah ruas jalan pada Kamis (13/8/2026).

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah ruas Jalan Wadasmalang–Slepi. Jalan ini merupakan jalur penghubung Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, dengan Desa Kumejing, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Dalam peninjauan tersebut, Lilis melihat langsung proses pemeliharaan berkala yang tengah berlangsung. Hingga saat ini, progres pekerjaan fisik telah mencapai 64,98 persen.

“Hari ini saya berada di ruas Jalan Wadasmalang–Slepi, salah satu ruas jalan di wilayah utara Kebumen yang cukup jauh dari pusat perkotaan. Saat ini pekerjaan pemeliharaan berkala sedang berjalan, dan progresnya sudah mencapai sekitar 64,98 persen,” kata Lilis.

Penanganan tahun ini mencakup pembangunan jalan beton sepanjang 530 meter dengan lebar 5 meter.
Karena pembangunan dilakukan secara bertahap, Pemkab Kebumen telah menyiapkan penanganan lanjutan untuk ruas yang masih membutuhkan perbaikan melalui APBD Perubahan 2026.

Menurut Lilis, kondisi jalan sangat menentukan kelancaran aktivitas masyarakat. Jalan yang baik akan mempermudah warga menuju sekolah, pasar, fasilitas kesehatan maupun tempat kerja.

Karena itu, pemerintah daerah berupaya memastikan pembangunan infrastruktur menjangkau seluruh wilayah tanpa terkecuali.

“Kami selalu mengupayakan pembangunan infrastruktur di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota agar tidak ada masyarakat yang merasa tertinggal,” ujarnya.

Ia berharap peningkatan kualitas jalan dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian masyarakat.

“Dengan akses yang semakin baik, kami berharap mobilitas meningkat, kegiatan ekonomi berkembang, dan secara bertahap dapat mengurangi kantong-kantong kemiskinan,” lanjutnya.

Berdasarkan papan proyek, pembangunan Jalan Wadasmalang–Slepi menggunakan APBD Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2026 melalui Dana Alokasi Umum (DAU). Nilai proyek mencapai Rp1.679.673.000 dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender.

Pekerjaan dilaksanakan CV Zahna Mandiri, dengan CV Adhi Jaya Consultant sebagai konsultan perencana dan CV Amanah Barokah sebagai konsultan pengawas.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke ruas Jalan Muktisari–Bocor. Berbeda dengan Jalan Wadasmalang–Slepi yang masih dalam tahap pengerjaan, ruas ini telah selesai 100 persen. Jalan tersebut memiliki panjang sekitar 1,5 kilometer dan lebar 6 meter. Keberadaannya menjadi penting karena menghubungkan Kecamatan Kebumen dengan Kecamatan Buluspesantren.

Ruas tersebut juga menjadi akses masyarakat menuju sekolah, pasar, tempat kerja, kawasan wisata hingga jalur menuju Yogyakarta. Saat berada di Pasar Bedug, Desa Tanjungsari, Kecamatan Buluspesantren, Bupati Lilis menerima langsung aspirasi warga.

Masyarakat mengapresiasi perbaikan jalan yang telah dilakukan. Namun, mereka berharap pembangunan dilanjutkan ke arah utara karena masih terdapat bagian jalan yang belum diperbaiki. Lilis memastikan aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti. Sisa ruas menuju perempatan Muktisari akan dilanjutkan melalui APBD Perubahan 2026 hingga tersambung dengan Jalan Nasional.

“Jalan ini sudah diperbaiki dengan panjang sekitar 1,5 kilometer dan lebar 6 meter, masyarakat juga sudah menggunakannya dengan lebih nyaman lagi. Nanti tahun ini melalui APBD Perubahan diselesaikan sampai ke Jalan Nasional,” jelasnya.

Jalan Pandan–Tanggulangin Ikut Dibangun

Rangkaian peninjauan berlanjut ke ruas Jalan Pandan–Tanggulangin, Kecamatan Klirong. Perbaikan ruas ini disambut positif masyarakat karena sebelumnya kondisi jalan banyak mengalami kerusakan dan berlubang.

Pembangunan Jalan Pandan–Tanggulangin memiliki panjang sekitar 528 meter dengan lebar 4 meter. Nilai kontraknya mencapai Rp1.680.230.000. Pemkab Kebumen berharap pembangunan sejumlah ruas tersebut dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar aktivitas masyarakat.

Bupati Lilis menegaskan, pemerataan infrastruktur merupakan bagian penting dari upaya menciptakan pembangunan yang berkeadilan. Pembangunan, kata dia, harus dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Kebumen, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan dan kawasan perkotaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *