KEBUMEN-serambikebumen.com-Investor asal Korea tanam modal dengan mendirikan perusahaan sarung tangan di wilayah Kecamatan Buayan. Perusahaan tersebut menyewa lahan milik pemda yang sebelumnya merupakan pasar hewan.
Berdirinya perusahaan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani, Ketua DPRD Kebumen Saman Halim Nurrohman serta Direktur Utama PT JJG Spotec Indo Kim dan jajaran.
Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani menyampaikan, peletakan batu pertama pembangunan pabrik sarung tangan ini merupakan momen bersejarah bagi Kebumen. Adanya investor asing ini menjadi simbol semangat baru dalam upaya meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Kehadiran pabrik menunjukkan Kebumen adalah daerah yang potensial dan kondusif bagi dunia industri,” katanya saat peletakan batu pertama, Senin (27/10).
Melalui pembangunan pabrik ini, dia berharap mampu menyerap ribuan tenaga kerja. Dia menuturkan, pemda tentu mendukung penuh proses pembangunan ini dengan berupaya mempercepat penyelesaian berbagai perizinan.
Dalam kesempatan itu Lilis menegaskan pemda berkomitmen dalam menciptakan iklim investasi yang sehat. Dengan begitu, terangnya, investor dapat merasa nyaman, masyarakat mendapat manfaat, dan pembangunan berjalan seimbang antara industri dan lingkungan.
“Tentunya kita sangat senang ya, ini kan sejarah bagi Kebumen ada investor yang masuk ke Kabupaten Kebumen,” terangnya.
Lebih lanjut, adanya perusahaan itu diharapkan bisa menyerap minimal 1.500 orang pekerja. Di sisi lain Kabupaten Kebumen sebelumnya merupakan kabupaten termiskin di Jateng tapi naik peringkat menjadi kedua termiskin saat ini.
“Dengan adanya seperti ini, tentunya insyaallah kedepan tidak jadi termiskin lagi,” tambahnya.
Kepala DPMPTSP Kebumen, Sukamto mengatakan, ini merupakan penanaman modal asing pertama di Kabupaten Kebumen yang berasal dari Korea. “Nilainya (investasi) sekitar Rp 74 miliar,” tuturnya.
Berdasarkan informasi dari perusahaan, jelas Sukamto, pembangunan perusahaan sarung tangan berlangsung selama enam bulan dan kemungkinan sudah beroperasi pada Agustus 2026.
“Insyaallah di atas 2.300-an pekerja yang terserap pada tahap awal,” jelasnya.
Dia berharap nantinya warga Kebumen mendapatkan prioritas untuk dapat bekerja di perusahaan tersebut. Menurutnya, proses perizinan pembangunan perusahaan ini membutuhkan waktu lama lantaran proses izin penanaman modal asing harus sampai pemerintah pusat.
Direktur Utama PT JJG Spotec Indo, Kim mengungkapkan, peletakan batu pertama ini menjadi awal kerja sama antara perusahaan dengan Pemkab Kebumen. Dia berharap pembangunan berjalan lancar sehingga dapat membuka lapangan kerja. “Kami bangga bisa bekerja sama dengan daerah ini,” ucapnya. (mam)
