KEBUMEN-serambikebumen.com- Sejak dilantik pada 20 Februari 2025 lalu, Pemkab Kebumen di bawah kepemimpinan Bupati Lilis Nuryani dan Wakil Bupati Zaeni Miftah langsung tancap gas.
Langkah cepat ini langsung membuahkan hasil signifikan. Tercacat penurunan angka kemiskinan untuk kali pertama dalam delapan tahun terakhir. Angka kemiskinan turun sebesar 2,13 persen dari 15,71 persen di 2024 menjadi 13,58 persen.
Capaian luar biasa ini bukan hanya mengindikasikan penurunan angka kemiskinan tertinggi di Pulau Jawa, namun juga secara resmi melepaskan status Kebumen sebagai kabupaten termiskin nomor 1 di Jawa Tengah.
Dalam konteks jumlah penduduk, penurunan angka kemiskinan ini setara dengan berkurangnya penduduk miskin Kebumen sebanyak 25.410 jiwa, dari semula 187.950 jiwa pada tahun 2024 menjadi 162.540 jiwa pada tahun 2025.
Capaian ini juga menjadi momentum penting bagi Pemkab Kebumen untuk terus memperkuat program pengentasan kemiskinan di tahun-tahun mendatang.
Tidak hanya itu, dalam waktu delapan bulan Pemkab Kebumen berhasil memboyong setidaknya 10 penghargaan bergengsi, baik di tingkat provinsi hingga nasional.
Ini meliputi, Pembina BUMD Terbaik. Dimana Bupati Lilis Nuryani menerima penghargaan dari Majalah Top Business atas kinerja PT BPR BKK Kebumen yang membanggakan.
Selanjutnya penghargaan Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP). Bupati Lilis Nuryani menerima penghargaan dari Kementerian PAN-RB atas Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik dengan nilai IPP 4,59 (Predikat A).
“Ini menempatkan Kebumen dalam jajaran Top 10 Jawa Tengah,” tutur Bupati Lilis.
Selanjutnya yakni Kabupaten Terbaik II dalam Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD).
Penghargaan dari Pemprov Jateng ini menggarisbawahi keunggulan Kebumen dalam penyusunan dokumen perencanaan, kinerja pemerintah daerah, dan program unggulan yang efektif.
“Kebumen juga mendapat penghargaan Hasil Pengawasan Kearsipan Kategori AA atau Sangat Memuaskan. Ini diterima dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kebumen meraih nilai tinggi 93,15, menempati peringkat 8 nasional. Capaian ini menunjukkan kualitas pengelolaan arsip yang akuntabel dan terstruktur,” paparnya.
Selain itu yakni penghargaan, Penghargaan PKG Jawa Tengah, Anugerah Prakarsa Inklusi, Best Director on Human Capital, Mandaya Award 2025 Peringkat 3 Kategori Kabupaten. Penghargaan nasional yang diberikan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat ini menegaskan komitmen Pemkab Kebumen terhadap pemberdayaan dan pembangunan berkelanjutan.
“Ini adalah kali pertama Kebumen menerima Mandaya Award. Penghargaan diberikan langsung oleh Menko PM, Muhaimin Iskandar,” bebernya.
Perumda Air Minum Tirta Bumi Sentosa (PDAM Kebumen) juga Terbaik Nasional. PDAM Kebumen meraih peringkat tertinggi nasional untuk kelas 20.001–50.000 Sambungan Langganan (SL).
Adapun penghargaan ke 10 yakni PT BPR BKK Kebumen Raih TOP BUMD Award Bintang 5.
PT BPR BKK Kebumen sukses mempertahankan predikat gemilang dengan meraih penghargaan TOP BUMD Award kategori Bintang 5 untuk keenam kalinya secara berturut-turut.
Berbagai penghargaan ini menjadi bukti nyata keseriusan Bupati Lilis Nuryani dan Wakil Bupati Zaeni Miftah dalam mewujudkan visi Kebumen Berdaya yang merupakan akronim dari Beriman, Maju, Sejahtera, dan Berbudaya. (mam)
